Wednesday, September 24, 2025

Puisi-Puisi T.S. ELIOT

RABU ABU

I

Karena aku tak berharap untuk berpaling lagi

Karena aku tak berharap

Karena aku tak berharap untuk berpaling

Sejak hasrati anugerah miliknya serta kemampuan lainnya

Telah kusudahi perjuangan untuk berpaling lagi

(Mengapa sang elang tua membentangkan sayapnya?)

Mengapa harus aku berduka

Atas hilangnya kuasa takhta ini?

 

Karena aku tak berharap untuk tahu lagi

Soal kemuliaan yang melemahkan kebaikan waktu

Karena aku tak berpikir

Karena aku tahu aku tak perlu tahu

Soal nyatanya sebuah adikara sementara

Sebab tak dapat kupuaskan dahaga

 

Di tempat itu, tempat pohon bersemi, mata air mengalir, yang kini tak ada lagi

 

Karena kutahu waktu selalu berwujud waktu

Dan ruang hanya selalu berwujud ruang

Dan yang nyata berwujud nyata hanya sekali saja

Dan di sebuah tempat sajalah

Aku bersorak karena segala hal sebagaimana mestinya dan

Aku menolak mengakui sebuah wajah terberkati

Menolak mengakui suaranya

Karena aku tak dapat berharap untuk berpaling lagi

Maka aku bersuka cita, saat harus membangun sesuatu

Yang membuatku dapat bersorak

 

Dan berdoa agar Tuhan mengampuni, mengasihi kita

Dan berdoa agar aku dapat melupakan

Segala yang tengah berpusing dalam diriku

Terlalu rumit untuk dijelaskan

Karena aku tak berharap untuk berpaling lagi

Biarkan kata-kata ini menjawabnya

Agar apa yang telah terjadi, tak terjadi lagi

Semoga pertimbangan atas perbuatan kita tak begitu pedih

 

Karena sayap ini tak mampu lagi mengepak dan terbang

Semata kipas untuk menebas udara

Udara yang kini makin kering, kering dan sesak

 

Lebih kering dan sesak dibanding harapku

Ajari kami untuk peduli dan tak peduli

Ajari kami untuk duduk dengan tenang.

 

Doakan kami para pendosa, kini dan kelak kala mati[1]

Doakan kami kini dan kelak kala mati

 

Friday, December 27, 2024

ORASI AKHIR TAHUN YANG TAK JADI DIBACAKAN


 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati, para hadirinsekalian, rekan-rekan seniman, budayawan, akademisi, dan seluruh masyarakatyang hadir pada acara yang penuh makna ini.

Hari ini, kita berkumpul untuk merenungkan kembali langkah-langkah kita di tahun 2024 dan menyongsong tahun 2025 dengan penuh harapan. Kita berada di titik balik untuk merefleksikan pencapaian dan kekurangan kita.

Di penghujung tahun 2024 ini, kita berkumpul bersama untuk melakukan refleksi atas perjalanan yang telah kita tempuh selama satu tahun ini, dan juga untuk menyongsong tahun yang baru, 2025.

Perjalanan waktu yang telah kita lewati bukan hanya sekadar pergantian angka, namun juga momen yang penuh dengan pelajaran, tantangan, dan pencapaian.

Tahun 2024 sebentar lagi akan berlalu, meninggalkan kita dengan pelajaran berharga. Kita telah menyaksikan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, ternyata perubahan terbesar harus dimulai dari diri kita sendiri.

Tahun 2024 memberikan kita berbagai pengalaman yang berharga. Kita dihadapkan pada berbagai ujian yang menguji kemampuan kita sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat. Dalam setiap cobaan tersebut, kita belajar untuk menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita.

muhasabah bukan hanya tentang melihat ke belakang, tetapi juga tentang bagaimana kita melihat ke dalam diri kita. Menyelami apa yang telah kita lakukan, apa yang belum tercapai, dan apa yang bisa kita perbaiki. Melalui muhasabah ini, kita menemukan titik-titik yang bisa kita tingkatkan, baik dalam kapasitas pribadi maupun dalam kontribusi kita kepada masyarakat.

Perbaikan sumber daya manusia merupakan kunci untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Pada dasarnya, sumber daya manusia yang unggul tidak hanya dilihat dari aspek intelektual semata, tetapi juga dari sisi moral, etika, dan spiritual. Melalui refleksi diri, kita dapat memperbaiki kualitas hidup kita dengan cara-cara berikut:

Pendidikan Berkelanjutan, Pengembangan Karakter, Kesehatan Mental dan Fisik; Kesehatan adalah fondasi bagi segala aktivitas kita. Kita harus menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental, karena keduanya saling mempengaruhi.

Keterlibatan Sosial: Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus aktif berkontribusi. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan budaya bukan hanya memperkaya diri kita, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Untuk itu, mari kita sama-sama membuka peluang masa depan agar lebih baik, dengan

Mengenali Kekurangan, Perbaikan Diri dan mengembangkan diri, terbuka pada Tantangan dan Peluang yang datang.

Peran Seniman, Budayawan, dan Akademisi yang saya hormati,

1. Membangun kesadaran masyarakat melalui karya seni dan budaya.

2. Mengembangkan pemikiran kritis dan inovatif.

3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya perbaikan diri.

Menyongsong tahun 2025, mari kita jadikan momen ini sebagai awal dari perubahan yang lebih baik. Setiap langkah yang kita ambil, setiap keputusan yang kita buat, haruslah didasarkan pada niat untuk memperbaiki diri dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Saya mengajak kita semua untuk terus berinovasi, bekerja keras, dan menjaga semangat kebersamaan. Mari kita lanjutkan perjuangan dengan hati yang tulus dan tekad yang kuat, sehingga tahun 2025 menjadi tahun penuh harapan dan pencapaian yang gemilang.

Marilah kita menyongsong tahun 2025 dengan semangat refleksi dan perbaikan diri. Kita harus menjadi agen perubahan positif bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan kita selama ini. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk terus maju dan memberikan yang terbaik bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat.

Selamat menyongsong tahun 2025 dengan penuh semangat dan optimisme!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Friday, November 15, 2024

SEMAAN PUISI; MELATIH DIRI, PUISI DAN STUDI BIOGRAFI

 

oleh Angin Kamajaya[1]

disampaikan pada kuliah umumSastra dan Penerjemahan di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia

Selasa, 5 November 2024



Pengantar

Pada suatu malam, November 2023, saya berkunjung ke kedai kopi Adakopi Original milik penyair Mahwi Air Tawar. Keperluan utamanya, saat itu saya mengantar surat undangan dari prodi tempat saya mengajar untuk mengundang Mahwi Air Tawar. Selepas urusan utama, kemudian obrolan bergulir sampai diperingatkan oleh adzan subuh bahwa obrolan harus segera diakhiri. Selain saya dan Mahwi, beberapa orang yang terlibat dalam obrolan tersebut ada juga Beni Satria novelis dan pekerja teater Tangerang Selatan, Eka Gilang, dan Elis Sulis mahasiswa UIN jakarta yang sedang magang editing pada Mahwi Air Tawar.

Obrolan yang nampak membuang waktu dan bergulir seperti air sungai yang hanya punya satu tujuan bermuara di laut, akhirnya menghasilkan sebuah cita-cita bersama, yakni melakukan aktifitas bersama. Ya, aktifitas bersama. Tak ada tujuan lain. Maka bergulirlah Semaan Puisi, setiap hari kamis pukul 19.00 sampai jenuh. Supaya tidak mubazir, kemudian semaan puisi kami jadikan tempat untuk melarikan diri dari media sosial dan gadget yang telah menyandra hari-hari kami. Dengan semaan puisi, kami melarikan diri dari bisingnya hari-hari kepada puisi.

Maka, tersusunlah semaan puisi dengan struktur membaca Tahlil (ini hobinya Mahwi sebagai anak NU Madura), membaca pembacaan biografi penyair, menikmati puisi, dan ngobrol pengalaman selama membaca puisi yang baru saja dilakukan. Tidak lupa, kami menjauhkan gadget dari badan kami.

Karena ada pembacaan biografi, maka perlu ada tulisan yang harus dibaca, di situlah kemudian saya terpilih untuk menulis biografi episode pertama semaan puisi. Proses pemilihan penyair pun dilakukan secara naluriah saja pada malam itu, tidak ada kategori khusus selain penyair yang akan kita pelajari sudah tidak ada di dunia.

Setelah dua episode terlewat, nampaknya kesepakatan akan bergantian menulis biografi tidak akan tercapai, maka saya berinisiatif menyediakan waktu untuk menjadi penulis tetap, dengan syarat, semua yang terlibat semaan tidak boleh kabur sampai episode 12. Ya, target awal semaan dan semacam uji coba coba ketahanan diri melakukan konsistesi pada kesepatan sekitar tiga bulan saja. Namun, sampai hari ini, semaan puisi sudah memasuki episode ke 53 ditambah libur idulfitri dua minggu. Kami merasa selamat, sudah mampu konsisten selama satu tahun.

Menuju episode ke 7 atau delapan, Mahwi menawarka ide untuk membukukan tulisan-tulisan yang dibaca di semaan puisi, khususnya bagian biografi. Menurutnya, sayang sekali kalau tidak tidak jadi buku, dan kebetulan ada Elis yang sedang magang editing. Maka dari sinilah proses pengumpulan menjadi lebih rapi dan Elis mulai melakukan pengeditan. Target indahnya, awal tahun 2024, atau semaan memasuki episode 16 atau 17, buku sudah bisa terbit. Tapi ternyata, tidak terlaksana karena ada beberapa proses yang harus dilewati dan itu tidak sebentar. Meski begitu, kami tetap senang, karena pada akhirnya, setelah semaan berjalan satu tahun, sebuah buku dengan judul Jejak dan karya 13 Sastrawan Dunia, sudah bisa dibeli dan dibaca oleh siapapapun dan ini menjadi bukti untuk kami sendiri, bahwa kami ternyata mampu konsisten dan melatih diri melepaskan penjajahan media sosial dan gadget, sekalipun hanya hari kamis malam.

Selain buku yang sudah terbit, buku kedua biografi para penyair yang pernah dibaca disemaan sampai minggu ke 52 juga sedang memasuki masa pengeditan. Dari proses yang sudah berjalan selama satu tahun bersama, kami juga kemudian memiliiki ide dan gagasan yang tertuang pada bidang lain. Misalnya, puisian yang fokus pada pembuatan video pembacaan puisi, namnya obrolan semacam podcast yang membincangkan proses kreatif penulis bersama penulisnya, dan tentu saja yang paling menyenangkan adalah bahwa dari setiap kami tumbuh dan mulai menemukan jalan kreatif masing-masing.

Mengapa Biografi? 

Wellek dan Warren dalam bukunya Teori Kesusastraan menyatakan bahwa biografi memiliki tempat yang penting dalam studi kesusastraan. Biografi tak sekedar catatan hidup seseorang, tetapi juga sebuah bentuk seni yang memerlukan keterampilan naratif dan interpretatif. Biografi, menurut mereka, dapat membantu dalam memahami latar belakang sosial, budaya, dan psikologis dari seorang penulis, serta bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi karya sastra mereka.

Selain itu, biografi dapat berfungsi sebagai alat kritik sastra, membantu pembaca untuk memahami lebih dalam karya-karya sastra dengan mengetahui kehidupan dan kondisi yang mempengaruhi penulisnya. Biografi setidaknya akan memberikan wawasan penting tentang proses kreatif dan memungkinkan analisis yang lebih komprehensif terhadap teks sastra.

Sejalan dengan Warren dan Wellek, Lucien Goldmann, dengan strukturalisme genetiknya, yang  menganggap bahwa karya sastra adalah manifestasi dari struktur sosial dan sejarah yang lebih luas. Dalam hal ini, biografi penulis dapat menjadi bagian dari analisis untuk memahami bagaimana latar belakang sosial dan sejarah mempengaruhi karya sastra. Strukturalisme genetik menghubungkan struktur karya sastra dengan fakta-fakta manusia dan pandangan dunia yang ada dalam masyarakat.

Begitu pula dalam payung ilmu yang lebih spesifik dan luas, Sosiologi Sastra, biografi penulis dianggap sangat penting karena berusaha memahami hubungan antara karya sastra dan konteks sosial, budaya, dan sejarah di mana karya tersebut dibuat. Biografi penulis membantu dalam memahami bagaimana pengalaman pribadi dan latar belakang sosial penulis mempengaruhi tema, gaya, dan pesan dalam karya sastra.

Dengan demikian, biografi merupakan bagian integral dari studi sastra yang memungkinkan kita untuk melihat karya sastra tidak hanya sebagai teks yang berdiri sendiri, tetapi juga sebagai produk dari pengalaman dan konteks hidup penulisnya. Di luar sastra, penulisan biografi dan kehadiran karya biografi tokoh-tokoh memiliki peran penting dalam sejarah intelektual karena menyimpan dan menginformasikan kisah hidup dan hasil pemikiran orang terdahulu, maupun yang masih hidup saat biografinya ditulis.

Penulisan biografi adalah sebuah upaya untuk mendokumentasikan dan membagikan kisah hidup seseorang. Melalui biografi, kita dapat menyelami perjalanan hidup tokoh-tokoh penting, memahami pencapaian mereka, serta mengenali tantangan yang mereka hadapi. Penulisan biografi tidak hanya menjadi cara untuk menghargai dan mengenang individu tersebut, tetapi juga berfungsi sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran bagi generasi masa kini dan mendatang[2]. Dalam biografi, cerita-cerita pribadi yang unik dan berharga menjadi warisan yang dapat memberikan wawasan mendalam tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diapresiasi oleh semua orang.

Kehadiran tulisan-tulisan biografi atau autobiografi yang berada dalam wilayah historigrafi jelas akan memberikan manfaat bagi kehidupan kini dan mungkin nanti. Biografi akan memberikan pemahaman dan menjadi salah satu penghubung untuk membaca masa lalu untuk kepentingan masa kini dan nanti. Selain itu biografi juga bisa menjadi, inspirasi untuk generasi baru, dokumentasi sejarah modern, peningkatan empati dan pemahaman sosial, pengajaran nilai dan etika, studi akademik dan penelitian, serta memungkinkan untuk mempertahankan warisan budaya.

Semacam Penutup

Semoga, dengan kehadiran kami Semaan Puisi, dan karya-karya yang akan kami hadirkan, khususnya biografi, dapat memberikan manfaat bagi yang bisa mengambil manfaatnya. Tentu saja, manfaat pertama yang sudah kami rasakan dalam setahun ini, kami tumbuh dan berkembang, sekalipun tidak pesat. Sebab, tujuan utama semaan adalah proses melatih diri dan melarikan diri dari kebisingan duniawi dengan menikmati puisi.

Buku Jejak dan Karya 13 Sastrawan Dunia, telah menjadi bukti, bahwa studi dan hari-hari kami di semaan puisi tidak menguap begitu saja. Tentu, kami juga berharap, kehadiran buku ini bisa memberikan manfaat dalam perkembangan kesusastraan, khususnya dalam pengkajian puisi. Karena, penulisan biografi bukan hanya tentang mendokumentasikan kehidupan seseorang, tetapi juga tentang menghargai dan belajar dari pengalaman mereka. Dengan demikian, biografi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan masa depan, memberikan inspirasi, pembelajaran, dan pemahaman yang tak ternilai harganya.

Demikian. Sekian. Terimakasih.

CAG!

 

Aku Cinta Padamu.



[1] Dosen Sastra Indonesia di Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang. Bernama lahir Zaky Mubarok. Selain menjadi dosen, aktifitasnya berteater bersama Institut Teater Cinangka, Teater Patri Universitas Pamulang, berkomunitas di Yayasan Sarva Adhinaarya Indonesia, Enam Sembilan Agustus, Semaan Puisi. Karya tulis yang sudah diterbitkan adalah Catatan Kencana (novel 2006, 2024), Senja Merah Muda (kumpulan puisi 2017), 13 Jejak dan Karya Sastrawan Dunia (Kumpulan biografi catatan Semaan Puisi 2024).    

[2] Sari, Yunita. 2021. Peran dari Biografi dalam Sejarah Intelektual. Jurnal Vol. 7 No. 1, 54-63.

Monday, November 27, 2023

ANAM; PENYAIR (DARI) MASA DEPAN

Cacatan ini disampaikan pada Bincang Kreatif Karya Sastra Festifal Literasi Tangsel, 25 November 2023.

Sebelum melanjutkan membaca, siapkan kopi dan cemilan, paling tidak, obat mual. Karena tulisan ini bisa berdampak menjadikan pembaca mual. Satu lagi, abaikan judulnya.

Oh iya, sempatkan juga membaca tulisan saya sebelumnya yang ada di blog ini, jika berminat.

mari kita mulai.

-----------------------

Menanggapi situasi munculnya artificial Intelligence dalam format Chat GPT dan Chat Bot, nampaknya penulis harus waspada. Kian hari, Chat Bot ini bisa mengacam potensi dan posisi penulis. Semakin hari, pengguna Chat Gpt semakin banyak. Dengan sendirinya, otak utama Chat Gpt terisi dengan data yang semakin beragam. Terlebih jika si-pengguna Chat Gpt cerdas, maka dia akan semakin cerdas.

Jika kita menanggapi kehadiran Chat Gpt dengan benar, sebetulnya banyak faedah yang bisa dinikmati. Ia bisa menjadi kawan yang asik untuk berbagi ide, menggali ide, dan mengatasi writer's block. Artinya, kalau kita gunakan dengan baik, maka kita akan terbantu. Namun, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka kita akan terlibas oleh para pengguna Chat Gpt. (bingung kan--- wkwkwk) Kemungkinan yang terlihat paling dangkal adalah orang yang menggunakan Chat Gpt akan produktif, bisa dengan cepat menuangkan ide kedalam bentuk tulisan. Ini keren, selama penggunanya keren. 

Ketika penggunanya biasa-biasa saja, maka karya yang dihasilkan dengan bantuan Chat Gpt juga akan biasa-biasa saja, bahkan jelek. Ini terjadi karena, Chat Gpt mempelajari habit dari penggunanya. Terlepas dari itu semua, dampak terbaik dari hadirnya Chat Gpt adalah bisa mendorong kreatifitas dan produktifitas. Kemudian bagaimana dengan dampak negatifnya? 

Saturday, May 27, 2023

KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL YANG TIDAK INTERNATIONAL; SEBUAH CACATAN

Cacatan disampaikan pada bedah buku Kabayan, Dul Go International Karya Nuraeni Martawisastra Djunaedi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tangerang, 25 Mei 2022.

Sebelum membaca, sila siapkan dulu cemilan atau kopi atau benda lainnya yang bisa membuat tenang, karena tulisan ini bisa jadi memicu serang mual dan sebagainya. wakakaka.

Selamat membaca, dan mari kita mulai!!!

------------------------

Maaf, jika judul tulisan ini terasa terlalu bombastis. Tapi itulah adanya setelah saya berulang-ulang, mencoba membaca dan menelaah isi buku yang berjudul KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL karya Nuraeni Martawisastra Djunaedi. Tulisan lain dari Nuraeni bisa dibaca di sini.

gambar ini, dari sini.

Ketika berhadapan dengan sebuah buku, umumnya semua orang, atau mungkin hanya saya saja, impresi pertama selalu datang dari judul buku, kemudian sampulnya, meski dalam kepala selalu tertanam jangan menilai buku dari sampulnya. Tapi pada kenyataanya tetap saja, mata selalu menjajah pikiran lebih kuat.

Dari sampul yang kita lihat, kita dijajaki imajinasi yang kemudian memunculkan pertanyaan, apa isinya? Bahkan kadang-kadang yang sering terjadi, karena tampilannya tidak oke, kita tidak jadi membaca sebuah buku. Beruntunglah teman-teman tunanetra yang tidak pernah dijajah mata dan tidak pernah melakukan penilaian terhadap buku berdasarkan sampulnya.

Dihadapan buku dengan judul KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL, saya dibuat bingung. Selain karena bukunya menggunakan dua Bahasa, Inggris dan Indonesia dengan Inggris yang lebih dominan, saya juga bingung dengan bentuk tulisan yang tersaji dan siapakah sasaran pembaca tulisan dari buku ini.

Apakah buku ini adalah kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel, atau drama? dari empat bentuk yang saya sebut, mungkin hanya puisi yang kemungkinannya kecil. Meski puisi seringkali memiliki kebebasan menciptakan bentuk, tapi rasanya terlalu maksa untuk menyebut KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL sebagai kumpulan Puisi.

Begitu juga dengan bentuk yang lainnya. Pada sub judul dalam buku KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL yang jumlahnya ada 28 judul, tidak ada satupun yang bentuknya bisa disebut sebagai cerpen, novel, atau pun drama. Ini, jika kita mengikuti kaidah umum penulisan cerpen, novel dan drama. sebab secara teknis, bentuk penyajian tulisan tidak ada yang mendekat kesana.

Cerpen dan novel, seringkali disajikan dalam bentuk naratif deskriptif. Kemudian Ketika ada dialog para tokohnya, dialog disajikan dalam bentuk kutipan langsung. Sementara drama, dalam penyajiannya, cerita ditulis dalam bentuk dialog tanpa kutipan dan dengan narasi yang lebih sedikit.

Nah, yang terjadi pada buku KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL, penulis menggabungkan semua Teknik penyajian yang saya sebutkan, yang akhirnya menjadi tidak punya bentuk meski maksa bahwa itu adalah cerpen, sepertinya sulit.

Namun, jika kita mencoba maksa sisi baiknya, baiklah, kita anggap bahwa ini adalah bentuk baru. He-he-he-. Ini perlu kita apresiasiasi. Sebab, hanya sedikit orang yang mampu melakukan itu.

Dari bentuk yang kita terima, saya lebih senang menyebut tulisan ini sebagai sketsa. Jika pembaca sering menonton televisi, ada beberapa acara televisi yang bentuknya sketsa seperti tulisan dalam buku KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL. Misalnya acara adzab di Indosiar. Pada acara tersebut, seringkali diawali dengan ceramah, kemudian diberikan adegan penguat ceramah, dan terkahir sang ustadz memberikan kesimpulan. Itulah bentuk yang terjadi pada KABAYAN, DUL, GO INTERNATIONAL.

Dari 28 judul cerita dalam buku KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL, tidak semua bentuknya terasa aneh dan terasa maksa, ada juga yang bentuknya baik, misalnya Kabayan, as Badut Istana di halaman 37. Ini terasa seperti cerpen konvensional, akan mudah diterima pembaca dan menurut saya berpotensi go international jika dulis dalam Bahasa Inggris.

Pada judul tersebut, cerita mengalir begitu saja dengan akhir cerita yang bisa langsung diterima tanpa merasa aneh. Ini terjadi mungkin karena pola penyusunan plot dan struktur ceritanya baik. Sementara yang lainnya terasa maksa.

Pada cerita yang lain, misalnya dalam judul Selamatan Rumah, struktur plot cerita humor, di sini sangat bait. Antara premis, kemudian setup dan punch linenya berhasil. Sementara yang lainnya, jika mengikuti pola komedi yang baru saya sebutkan, pada punch line terasa tidak berhasil dengan baik.

Jika tulisan-tulisan pada KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL dimaksudkan sebagai humor yang lain atau labih jauh mau disebutkan sebagai komedi satir, ini juga masih terasa jauh. Sekalipun beberapa cerita misalnya dengan judul BAKAT cukup terasa satirnya.

Ada juga pada cerita lain lagi dengan judul COMERCIAL BANK, sketsa yang dibangun untuk mengkritisi sistem kredit bank terasa hambar.

 

DUL                : Sudah bertamasya, sudah belanja, jadi pusing kepala

KABAYAN      : Mengapa pusing kepala

DUL                : Hutang Yan

KABAYAN      : Iya hutang

DUL                :Pusing kepala mendadak hilang melihat karyawati bank, berpakaian rapi, wangi, cantik. Malah kalau bisa, sesring mungkin memberi tumpukan uang, setoran tagihan.

KABAYAN    : Iya. Ketika dia asik menghitung tumpukan uang kita juga asyik memandangnya tanpa dia sadari. Hehehe

DUL               : Uang pecahan kertas terkecil, biar lebih lama ngitung.



Dialog antara DUL dan KABAYAN soal hutang sepertinya akan enak jika ditutup oleh KABAYAN dengan kalimat, “ketika dia asyik menghitung uang, kita malah pusing menghitung hutang.” Pada kalimat ini, pembaca akan mendapatkan pesan mengenai hutang, kredit, dan sistem perbankan seperti dalam premis yang dibangun di awal cerita.

Terlepas dari semua yang sudah saya ungkapkan, harus kita akui bahwa penulis cukup canggih untuk menarik pembaca dengan mengambil nama tokoh KABAYAN yang sudah seperti legenda dan mitos bagi orang sunda dan tokoh DUL yang sudah melekat sebagai ikon Betawi meski yang membuat tokoh tersebut adalah seorang minang yakni Aman Datuk Madjoindo. Juga, kehadiran DEN BAGUS, yang oleh penulis diletakan sebagai warna budaya jawa. Ini menarik. Meskipun, sekali lagi, tidak terasa International, karena ketiganya tidak dibuatkan seting cerita yang berlatar luar Indonesia, dan berusaha melihat Indonesia dari luar. Hanya pada judul cerita WELCOME TO SINGAPORE saja, penulis berusaha melihat Indonesia dari luar.

Kehadiran buku KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL, terlepas dari kekurangannya, ini adalah sebuah Langkah berani dari seorang Nuraeni untuk mencetak tulisannya dan mengabadikan padangannya pada sekitar, pada apa yang ia rasakan, pada apa yang ia lihat dengan menjadikannya sebuah buku. Bagaimanapun, ditengah gempuran media digital, buku tetap lebih mewah. Meskipun, jangkauan media digital seringkali lebih luas dari buku. Seperti beberapa tulisan dalam buku KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL yang berbahasa inggiris, yang penulis sajikan di Blog. Justru potensi go internationalnya lebih tinggi dari pada buku yang ditulis dalam Bahasa inggris, tetapi diterbitkannya di Indonesia.

Pada KABAYAN, DUL, GO INTERNATIONAL, Penulis juga tidak berusaha untuk menggurui pembacanya. Ia menulis dengan apa adanya. Mengalir begitu saja. Sehingga tulisan-tulisan dalam buku KABAYAN, DUL GO INTERNATIONAL tidak menjadi berat. Pesan yang ingin disampaikan pun bisa dicerna dengan tidak perlu mengeryitkan dahi. Dan ini menjadikan buku ini menjadi bisa dibaca oleh siapa saja.

Selain itu, hal yang patut kita tiru adalah semangat menulis dari Nuraeni. Ditengah kesibukannya sebagai ASN, ia masih sempat dan menyempatkan diri untuk menulis. Ini susah dan tidak dimiliki oleh semua orang, tatapi bisa diikuti. Nuraeni, sampai disiini telah melakukan kerja untuk keabadian. Sebagaimana kata pram, “MENULIS ADALAH KERJA KEABADIAN”.

Akhirnya, saya ucapkan selamat atas kelahiran bukunya. Semoga terus hadir buku-buku yang lainnya, yang tentu saja lebih keren dari buku yang saya baca ini. Saya tunggu buku berikutnya.

Sekian. 

AKU CINTA PADAMU.
tulisan lain dari saya, Cek di sini.

Friday, October 7, 2022

CACATAN MENONTON ONE PIECE RED

 CACATAN MENONTON ONE PIECE RED

Halo pembaca, semoga kita semua dalam keadaan yang menyenangkan, seimbang dan tak kurang suatu apa pun meski situasi sedang tidak menentu. Hujan yang mulai asik dan terbiasa turun. Banjir yang mulai menghantui. Sakit pancaroba yang mulai mendera. Juga kejadian-kejadian yang tak kuasa kita tolak datang tak terduga. Semoga sehat-sehat selalu kita semua. Jangan lupa, seperti biasa, sebelum melanjutkan membaca, siapkan sedikit cemilan, kopi, atau rokok untuk menghilangkan mual Ketika membaca. Karena tulisan ini, tidak serius-serius amat. Hahaha ---

Setelah sebelumnya saya menulis pasca menonton film KKN yang tidak KKN, akhirnya saya memutuskan menulis catatan menonton lagi pada film ONE PIECE; RED. Walaupun sebenarnya setelah nonton KKN, saya banyak juga menonton film yang lainnya, baik di bioskop maupun di layanan streaming. Bukan berarti tidak menarik, dan tidak mengandung hal-hal yang bikin kesel, hanya saja, kegelisahan saya tidak memuncak.

Misalnya Film BEN DAN JODI, FILOSOSFI KOPI SERIES, kurang menarik apa? Atau film perjuangan seperti KADET 1947 meski belum sekeren MIDWAY yang juga gak epic-epic amat…kurang keren apa coba. Atau yang juga sama-sama hangat, sehangat kopi, MENCURI RADEN SALEH, dengan menyuguhkan tema pencurian dan terasa baru bagi film Indonesia tapi kemudian oleh penonton disebut-sebut mirip dengan MONEY HEIST, ITALIAN JOB, atau mungkin ARMY OF THIEVES, atau kisah sekelompok pencuri yang lainnya seperti RED NOTICE, OCEAN’S ELEVEN, OCEAN’S 8, THE TIEVES atau mungkin juga COLLECTORS yang ide pencuriannya hampir sama, mencuri benda seni berharga. Mereka semua menarik. Tapi setelah menonton film ONE PIECE; RED yang meski rating usiannya 13+, saya lebih memilih untuk membicarakan ini dulu.

Selain karena ONE PIECE; RED sebagai bagian dari perayaan 25 tahun cerita ONE PIECE berjalan sampai hari ini. ODA sang penulis menghadirkan tema-tema yang sebenarnya tidak terlalu asing juga. Hanya saja, ODA menyelipkan lapisan pesan lain yang mungkin perlu penelaahan ulang, menonton ulang, sampai akhirnya pesan itu diterima. Meski sebenarnya, tema semacam ini sudah tak terlalu asing dalam cerita one piece.

Baiklah mari kita mulai saja nyocot gak karuannya. Jangan lupa Tarik nafas dulu. Hahahaha. Selamaat membaca.

Monday, May 30, 2022

CACATAN MONONTON FILM KKN DI DESA PENARI; KKN YANG TIDAK KKN

 Hai para pembaca, semoga kalian selalu sehat!

Jangan lupa, seperti biasa, sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, sila siapkan kopi, cemilan, dan rokok, juga obat mual. kalau-kalau tulisan ini membuat mual dan ingin muntah.

Der ah! 


Selamat Membaca.

Akhirnya, gue, aku, saya, hmm --- saya aja ya --- jadi bagian dari 8.3jt orang (berdasarkan wikipedia per 22 Mei) yang menonton film KKN di Desa Penari 2022 karya Mas Awi Suryadi secara setengah disengaja karena di XXI The Park Sawangan tidak banyak pilihan. Saat saya datang, hanya ada Doctor Strange, Top Gun, The Doll 3, dan Cinta Subuh. Kenapa yang dipilih KKN, karena trend, supaya nyambung kalau ada yang sedang nyinyir--kkkkkkk dan tentu usaha mencintai film produk lokal yang sedang berkembang pesat.

Sebelum jauh bercerita pengalaman menonton film KKN yang tidak KKN, film ini salah satu yang oke dari film Mas Awi yang pernah saya tonton seperti Mupeng (2008), Asmara Dua Diana (2009), Selendang Rocker (2009), dan Danur entah yang mana. Secara umum, film ini baik-baik saja. Tak terlalu banyak yang wah, juga tak terlalu banyak yang merusak mood untuk melanjutkan menonton.

Mari kita mulai ceritanya ---

Poster KKN DI DESA PENARI sumber IMBD

Sebagai penonton yang gak mau membandingkan cerita adaptasi dengan cerita aslinya atau bentuk awal cerita, film ini baik-baik saja. Karena pada film, tentu hal yang utama adalah tafsir dan kepentingan sutradara, penulis naskah dan produser. Terlepas dari kepentingan apa yang ingin mereka sampaikan, film ini masih bisa diikuti meski ada beberapa yang sedikit menggangu.

Mulai dari jalan cerita, meski terasa lambat dan memang panjang juga, yakni 121 menit, Film ini tidak membuat jenuh karena tidak mengandung informasi yang bertele-tele dan doble informasi. Dengan kata lain, cerita masih bisa diikuti. Kemudian, pemilihan pemain dan pembangunan karakter, terasa cukup-cukup saja, tak berlebihan dan pas-pas saja. Dalam hal ini, saya termasuk setuju atas pujian penonton pada usaha Aulia Sarah sebagai Badarawuhi dan Aghnin Haque sebagai Ayu/Dawuh. Aktingnya Adinda Thomas adek kelasnya Khiva Iskak atau mungkin muridnya dan mungkin pernah ketemu dan berguru ke Bang Harris Priadie Bah di LSPR, juga bagus. Semuanya aja lah disebut, Kiki Narendra, Tissa Biani, Achma Megantara, Calvin Jeremy, Fajar Nugraha dan Bang Diding "Boneng" Zeta juga cukup pas dalam memainkan perannya. Zombi atau iblis atau dalam cerita disebut sebagai anak hasil persetubuhan Badarawuhi dan Bima juga baik-baik saja. Selebihya oke.

oh Iya, ngomong-ngomong soal banding membandingkan, Saya jarang bahkan hampir tidak mau membandingkan cerita hasil adaptasi karena film ini bukan Biopic, bukan juga dokumenter. Juga kalau bukan untuk kepentingan kajian bandingan. Terlebih, film KKN ini bukan diadaptasi dari film juga. otomatis sudah jelas berbeda, karena medianya juga berbeda.

Sunday, May 15, 2022

HAI MA, SELAMAT ULANG TAHUN

Hai Ma, selamat ulang tahun

Foto pasca pentas Perampok 2014 - oleh Teater Kewajaran Kedua - GBB TIM 2014

Ternyata belum reda juga. Isi kepalaku semakin berantakan. Aku belum tahu bagaimana cara merapikannya seperti sebelumnya. Selalu ada celah untuk menjadi kacau dan aku kacaukan sendiri. Sekarang, setelah kamu pergi selamanya, aku belum tahu harus bagaimana.

Bukan hanya umurmu yang bertambah, ternyata aku juga semakin tua. Otot-otot tubuhku semakin mengencang tak lentur lagi. Aku sudah tak latihan dan gerak badan lagi. Dulu, saat kamu masih ada, kamu selalu mengingatkan aku untuk sehat, untuk selalu menjaga kondisi tubuh, sekarang, aku hampir lupa.

Aku masih ingat ma, pertemuan pertama yang tidak berkesan dan biasa saja. Tentu saja begitu. Kamu guru, dan aku tidak pernah kepikiran menjadi muridmu saat itu. Tapi entah angin apa yang kemudian membawaku kembali bertemu dengan mu. 

Thursday, April 14, 2022

SUDAH APRIL LAGI

Hi Para pembaca yang budiman ---

Terimakasih sudah mau membaca catatan dan cacatan saya di blog ini. 

Sebagai permulaan kembali, siapkan dulu cemilan, rokok -bila kamu peroko- dan obat anti mual lainnya. jaga-jaga setelah membaca tulisan ini, atau ditengah penulisan ini, nanti kalian menjadi mual dan ingin muntah. hahahahah

Selamat membaca.


Apa yang membuat bersedih?

Apakah kehilangan membuatmu bersedih?

Kehilangan semacam apa yang membuatmu bersedih?

Tiga pertanyaan ini menggangguku setiap waktu. Apakah benar, aku benar-benar sedang bersedih? apakah benar aku bersedih karena kehilangan?

Sudah sampai bulan April 2022, aku tak bisa menyimpulkannya. Hanya ada kekacauan di kepala. Kekacauan dalam menjalani hidup. kekacauan di mana-mana.

Thursday, March 3, 2022

TERNYATA DIA MAHLUK GAIB

Hai para pembaca yang budiman --- 

tulisan kali ini sedikit berbeda, aku punya sedikit kisah pernah bertemu mahluk gaib. tapi sebelum itu, teman-teman pembaca jangan lupa ngopi, siapkan cemilan dan obat mual...ya siapa tahu, cerita ini bikin mual dan mules.

Selamat Membaca.

TERNYATA DIA MAHLUK GAIB


Aku lupa kejadian tepatnya malam apa. Tapi samar-samar dalam ingatanku, itu kalau bukan malam kamis, ya malam jumat. Karena waktu aku smp, aku di asrama, dan biasanya, sering libur ngaji atau kegiatanya hanya sebentar biasanya di dua malam itu.

Monday, February 28, 2022

PERTUNJUKAN

Hai para pembaca yang budiman --- setelah satu tahun tidak menulis, kini blog ini mencoba aktif kembali sebagai cacatan dan catatan ringan dari hari-hari saa ---. sebelum membaca, siapkan kopi dan camilan, dan tentu saja obat mual apabila para pembaca mual membaca tulisan ini. Selamat membaca....semoga sehat selalu.



Pertunjukan (Performing Art) ialah suatu karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. Pertunjukan biasanya melibatkan empat unsur: waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.

Wednesday, March 10, 2021

ISOLASI HARI TERAKHIR

SALAM

AKU CINTA PADAMU

Semoga kita semua selalu sehat, sehat, dan sehat! Semoga, teman, saudara, atau siapa pun yang belum sempat membaca ini, sehat juga. Jangan lupa, sebelum melanjukan membaca, siapkan sedikt cemilan, kopi, rokok, antimo, atau apapun yang bisa menghilangkan mual -- terlebih akibat dari membaca tulisan ini.

Salah satu pose berjemur selama isolasi

Selamat Membaca! Der--

Sejak divonis positif terkena Virus Covid-19 pada tanggal 26 Februari 2021, rasa percaya diri mendadak menurun tergantikan rasa curiga dan tidak percaya pada kenyataan. Bukan tanpa alasan, rasa tidak percaya muncul bersumber pada kenyataan bahwa saya merasa baik-baik saja. Tidak memiliki kondisi seperti yang dialami oleh orang lain yang juga terdampak. Padahal jelas, hasil pemeriksaan PCR menyatakan saya positif.

Bahkan, kecurigaan tergila yang ada dikepala adalah, saya dikonspirasi. Karena saya sehat, saya dinyatakan positif saja, toh kalaupun saya tidak melaksanakan protokol kesehatan dan melakukan isolasi, saya akan baik-baik saja, dan tidak membahayakan orang lain. dengan begitu, tim pengawas masih bisa mendapatkan dana bantuan karena di daerahnya ada yang positif. --- GILA---- sampai kesana saya berfikir. 

Friday, February 5, 2021

BULAN YANG TERLEWATKAN

Salam

AKU CINTA PADAMU

Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan bulan yang terlewatkan dengan tak produktif. Tapi sebelum lanjut membaca, alangkah baiknya jika pembaca mempersiapkan diri seperti biasanya, menyiapkan camilan anti mual--- karena bisa jadi, tulisan ini hanya akan membuat kamu mual dan muntah atau berujung marah-marah. Oh iya, jangan lupa siapkan kopi dan rokok---- karena kebahagian para "kopitalis" -memminjam istilahnya Hendri Yetus Siswono- adalah apapun aktifitasnya, JANGAN LUPA NGOPI.

selamat membaca

hanya sedikit orang yang memahami antara cita rasa dan ketakmampuan (dok. pribadi)

Thursday, December 31, 2020

CACATAN AKHIR TAHUN 2020

 

SALAM

AKU CINTA PADAMU

 


Catatan cacatan ini, ditulis pada 31 Desember 2020 --- tidak untuk apa-apa, saya hanya ingin mengingat sesuatu, bahwa saya pernah menuliskan ini.

Sebelum melanjutkan membaca, saya doakan, semoga kamu dan kita semua selalu sehat – serta pandemi Covid 19 sialan ini segera berakhir karena kita sudah berada di ujung tahun 2020 dan segera berganti 2021. Oh, iya jangan lupa, siapkan dulu kopi, rokok, atau apa saja yang dapat mengurangi rasa mual akibat membaca tulisan ini --- jreng!!!

 

Tuesday, December 15, 2020

MERAYAKAN DESEMBER 2020

SALAM.

AKU CINTA PADAMU.

gambar pemanis ini berserakan di WAG, dan lain-lain maafkan kami Oda Sensei

Hai pembaca yang Budiman!—semoga kalian sehat selalu. Bagi yang sedang tidak sehat dan masih sempat membaca ini, semoga lekas sehat, dan segera kita semua terbebas dari padi covid-19 sialan ini.

Oh iya, sebelum melanjutkan membaca, jangan lupa, siapkan kopi, rokok, cemilan, atau sekedar antimo, kalau-kalau terjadi mual Ketika membaca ini. Selamat membaca, dan mengacaukan pikiran.

Tuesday, September 22, 2020

PERTUNJUKAN HARUS TETAP BERLANGSUNG

 

Gambar pemanis, jepretan sendiri waktu pentas di Malaysia

Menjalani hidup dimasa sekarang ini banyak yang serba salah dan serba membingungkan. Ada banyak hal yang harus dibarukan, mulai dari cara pandang pada hidup, cara menjalani dan menyikapinya, dan cara bertahan. Mungkin, banyak sudah dari kita semua yang merasa gamang, lesu, kesumat dan mungkin juga putus asa. Tapi, ada juga yang sudah menemukan cara baru dan kemajuan-kemajuan baru yang sudah bisa dinikmati.

Pandemi Corona Covid-19 ini memang sialan. Mau sok tidak percaya dan cuek-cuek saja seolah tidak berbahaya karena TBC masih unggul sebagai penyakit menular dan mematikan, ada tetangga dan keluarga yang terkena dan bahkan meninggal. Mau percaya dan pasrah begitu saja pada kenyataan, perut lapar, dan tagihan berdatangan ke rumah tanpa henti. Sungguh, situasi ini sangan an-nyeng pisan lah. 

Monday, September 21, 2020

POSTING ULANG ULASAN PERTUNJUKAN TEATER- TEATER GARASI; ABADI

 

TEATER GARASI; ABADI

Refleksi atas pertunjukan “Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi” di Auditorium FIB UI, Selasa, 26 Juli 2016.

Jangan terlalu serius bacanya, sambil ngopi siang aja biar waras…hehehe

…………………….

YFAWKA - TEATER GARASI
YFAWKA - TEATER GARASI

        Beberapa hari yang lalu, saya melihat poster pertunjukan teater yang juga merupakan semacam undangan melintas di beranda facebook saya. Tidak terlalu saya perhatikan sampai akhirnya muncul berulang-ulang dan nempel dalam benak saya. Di hari pertunjukan, selasa, 26 Juli 2016, seperti biasa, rutinitas tiga bulan terakhir ini saya mengantar istri ke kampus UI untuk mengurus kelulusannya dari jurusan Arkeologi, saya bertemu kawan lama, Semi Ikra Anggara -nama lu itu bukan sem? Cara nulisnya gak salah kan?- dan terjadi semacam percakapan sederhana sampai akhirnya Semi mengingatkan bahwa hari ini ada pertunjukan teater di Auditorium FIB UI. Padahal, sebelumnya saya tidak berminat sama sekali meski sudah tahu bahwa yang akan pentas adalah Teater Garasi.